Sabtu, 07 November 2015

RECIPROCATING SCREEN


RECIPROCATING SCREEN














Disusun oleh :
HESTU BAGUS PANUNTUN                   I8314024
HIRMAN SETIAWAN                                I8314025
ILHAM AKBAR JAMALULAIL              I8314026
ISNANIA INDRIANI                                  I8314028


PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

I.       Pengayakan
Pengayakan merupakan metode pemisahan dan klasifikasi partikel sematamata hanya berdasarkan ukurannya. Untuk pengayakan menggunakan ayakan ukuran tunggal, dikenal dua macam produk yaitu: (a). Undersize atau fine, yaitu produk yang lolos lubang ayakan, dan (b). Oversize atau tails, yaitu produk yang tertahan oleh ayakan. Untuk pengayakan menggunakan dua jenis ayakan, akan diperoleh dua tiga macam ukuran produk, yaitu: (a). Undersize; (b). On-size, dan (c). Pelaporan Hasil Analisis Ayakan Adakalanya, untuk mengetahui rentang ukuran partikel padatan serta jumlah/massa dari masing-masing kelompok ukuran, diambil sejumlah sampel dan diayak menggunakan satu set ayakan standar. Pada umumnya, hasil analisa ayak dilaporkan dalam bentuk histogram atau kurva distribusi frekuensi antara fraksi massa versus ukuran rata-rata partikel. Seringkali, data analisa ayak digambarkan dalam kurva distribusi kumulatif (baik kumulatif undersize ataupun oversize). Pada umumnya, ordinat dari kurva (yaitu ukuran rata-rata partikel) dinyatakan dalam skala logaritmik. Hal ini disebabkan perubahan ukuran partikel (misalnya hasil crushing) pada umumnya tidak linier (mengikuti deret hitung) tetapi kelipatan (mengikuti deret ukur). Penggambaran distribusi frekuensi dalam bentuk kurva fraksi massa vs ukuran partikel seringkali misleading, karena rentang ukuran partikel antara 2 ayakan standar (Tyler mesh) tidaklah sama, karena mengikuti deret ukur. Yang seringkali dipakai, dan juga sesuai dengan pengertian statistik tentang distribusi frekuensi, adalah dengan menggantikan fraksi massa dengan fraksi massa per atu satuan ukuran partikel, sehingga sumbu vertikal dari kurva distribusi dinyatakan dalam: fraksi_massa/(Di-Di+1), dimana Di = aperture ayakan ke-i, Di+1 = aperture ayakan dibawahnya (aperture lebih kecil). Kurva distribusi seringkali tidak hanya dinyatakan dalam fraksi massa, tetapi juga dalam bentuk fraksi jumlah dan fraksi luas permukaan. Fraksi jumlah didefinisikan sebagai rasio jumlah partikel ukuran tertentu terhadap jumlah total partikel yang ada. Fraksi luas permukaan sebagai rasio total luas permukaan partikel ukuran tertentu terhadap luas permukaan total dari partikel yang ada. Kurva distribusi seringkali digambarkan juga dalam bentuk diagram batang (bar-chart).
II.    Reciprocating Screen
Reciprocating screen = Ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang, pukulan yang panjang (20-200 Hz). Digunakan untuk pemindahan dengan pemisahan ukuran. Separasi ini biasa digunakan untuk :
• Material yang halus
• Material yang kering
• Ukuran kecil (light) yaitu sekitar 10 sampai 20 µm, dan terkadang sampai 40 µm.
Reciprocating Screens terdiri dari sebuah : Gyratory horizontal yang bergerak pada ujung umpan dari screen yang tegak lurus dengan bantuan dari poros yang berputar secara tidak teratur. Perputaran poros tersebut sebesar 1000 rev/min. Gerakan memutar pada ujung feed dengan cepat menebarkan material-material melintang ke seluruh lebar dari permukaan Screen. Gerakan memutar ini juga menyusun material-material tersebut berdasarkan perbedaan mesh. Selama material-material tersebut melewati permukaan dari screen, akan terjadi pereduksiaan jumlah pada ujung pemberhentian (ujung alat). Reduksi ini membantu memisahkan material-material yang diistilahkan ‘near mesh particles’.
Sudut kemiringan ayakan antara 16o sampai 30o terhadap sumbu horizontal. Ayakan pada umumnya berbentuk persegi panjang dengan ukuran (1.5 x 4 ft) sampai (5 x 14 ft). Kecepatan girasi dan amplitudonya biasanya dapat diatur sesuai kebutuhan. Kecepatan girasi dapat mencapai 600 sampai 1800 rpm.
Gambar dibawah adalah contoh gyrating screen yang digerakkan vertikal dan yang digerakkan horisontal (reciprocating screen).









Reciprocating screen merupakan jenis ayakan girasi dengan sudut kemiringan lebih kecil (sekitar 5o). Mesin diputar-getarkan pada sumbu mendatarnya. Adakalanya diantara dua dek ayakan diisi bola-bola karet untuk meningkatkan efisiensi pengayakan, sekaligus membersihkan aperture ayakan dari padatan-padatan yang menyumbat.

Kamis, 03 September 2015

Keputusan


            “Lex, makasih ya atas selama ini, aku gak pernah menyesal mencintaimu, aku gak pernah menyesal pernah mennyayangimu, biarlah ini menjadi kenangan kita, kini pergilah, kejarlah cita-citamu jangan sampai aku menjadi penghalangnya dan carilah wanita yang baik, yang akan membuatmu bahagia, sekali lagi terimakasih lex.”
            Masih teringat jelas kata-kata terkahir yang diucapkan Nisa kepadaku. Sama sekali tak pernah aku mengira kisah cintaku dengan Nisa akan berakhir seperti ini. Diputusan dengan alasan yang tidak jelas. Begitu banyak pertanyaan yang muncul dibenakku, tapi tak satupun yang dapat kusampaikan padanya.
            Kejadian ini sangat memukul hatiku, galau, sepanjang hari melamun tidak jelas. Terlihat tatapan kosong yang terlihat dari mataku. Kesana kemari tanpa arah dan tujuan yang jelas. Seperti seseorang yang benar-benar kehilangan jalan, tak tau harus kemana dan tak tau kepada siapa harus bertanya. Yang kulihat sekarang hanya kehampaan, kosong, semua hilang sirna tak terbekas dalam diri ini. Hanya rasa sakit, sakit hati hati yang kurasakan.
            Apakah ini resiko Cinta ? Rasa sakit hati yang tak terhingga. Bukankah cinta itu indah ? Bukankah cinta yang membawa kebahagian ? Atau hanya sebuah kata-kata saja ? Entahlah, aku tidak tahu.
            Disini, di tanah rantau aku hanya sendiri. Tak banyak orang yang aku kenal, hanya beberapa teman kos dan teman kuliah yang aku belum tau karakternya. Selagi menunggu kegiatan kuliah, aku hanya merenung tak banyak kegiatan yang aku lakukan. Bangun tidur, nonton tv, tidur lagi, nonton tv, dan tidur lagi. Dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan yang baru dengan orang yang baru.
            Di suatu malam yang dingin di musim kemarau, aku sendiri, berdiri di halaman depan kosku hanya ditemani beberapa bintang yang berkelap kelip menghiasi gelapnya langit. Aku sudah bosan dengan kegalauan ini, apa yang harus aku lakukan supaya terbebas dari kegalauan ini ? pertanyaan ini beberapa kali muncul dalam benakku. Namun, tak satupun jawaban yang terlintas dalam diri ini. Setelah beberapa puntung  rokok habis, sebuah jawaban terlintas di dalam otakku.
            “Minumlah minuman keras ! maka kamu tidak galau lagi !” Kata dalam diriku.
            “Apakah benar ? apakah dengan itu aku bisa terbebas dari kegalauan ini ?” Tanya diriku yang lain.
            “Benar, kamu akan terbang, melayang, beban mu akan hilang” Jawab diriku.
            “Tapi, bukankah minum minuman keras itu berdosa ?” Tanya diriku yang lain lagi.
            “Dosa ??? Apa perdulinya dosa ? yang penting kamu sudah tidak galau lagi !” Jawab diriku.
            “Baiklah, aku akan mencari minuman keras supaya aku dapat terhindar dari kegalauan ini.”
            Itulah keputusan diriku yang memilih minuman keras supaya aku terhindar dari kegalauan ini dan tak memperdulikan betapa besar dosa yang akan aku tanggung nantinya.
            Setelah aku habiskan puntung rokok yang terakhir aku bergegas untuk mencari penjual minuman keras. Ketika itu hari sudah larut sekitar pukul 23.30. Aku tak tahu harus mencari. Kulihat supermarket-supermarket sudah tutup, yang biasanya buka 24 jam sekarang tutup juga. Akhirnya aku putuskan untuk berhenti di sebuah angkringan yang tidak terlalu ramai.
            “Pak, susu jahe setunggal !” Aku memesan kepada bapak yang berjualan.
            “Di bungkus nopo di unjuk mriki mas ?” Tanya bapaknya.
            “Unjuk mriki pak.” Jawabku.
            Lalu aku menuju tempat duduk lesehan yang hanya bercahayakan lampu jalanan yang remang-remang. Disana aku hanya diam tertunduk nampak lesu dan tak bertenaga. Tiba-tiba seorang kakek tua menghampiri ku dan berkata.
            “Boleh duduk sini dek ?” Tanya bapaknya.
            “Oh, silahkan pak, monggo.” Sahutku.
            Aku terheran-heran kenapa kakek ini mau duduk disini, padahal masih banyak tempat duduk yang lain. Bukannya tidak mau berbagi tempat dengannya, cuma aneh saja menurutku. Kemudian kakek itu bertanya kepadaku.
            “Sendiri aja dek ?”
            “Iya pak, lagi nyari udara segar.” Jawabku, dengan memanggilnya pak, tidak enak juga memanggilnya kakek karena belum cukup tua juga untuk disebut kakek.
            “Lagi, ada masalah ya dek ?” Tanya bapaknya.
            “Haha.. enggak pak” Jawabku dengan bohong. Pikirku dalam hati bagaimana dia tau kalo aku sedang ada masalah.
            “Gapapa dek kalo kamu gak mau jujur, bapak sudah tau kalo kamu lagi punya masalah. Ya biasa sekarang anak muda banyak yang galau…”
            Dia terdiam sejenak menghela nafas. Aku hanya diam memerhatikan perkataannya.
            “Begitu banyak anak muda yang galau karena cinta, dan ketika mereka galau mereka akan menuruti segala egonya, segala kemarahanya. Tak peduli dengan akibat yang ditimbulkan setelah hari esok.
            “Mereka akan menyesali keputusannya ketika tua nanti. Mungkin mereka sekarang belum sadar, tetapi ketika tua nanti pasti mereka akan menyadari kesalahannya.” Perkataannya berhenti sampai disitu. Lalu akupun mencoba untuk berkata jujur dengan pak tua tersebut.
            “Iya pak, sebenarnya aku lagi galau karena putus cinta pak.” Kataku lirih.
            “Aku berniat minum minuman keras untuk menghilangkan kegalauan ini pak, namun sebelum aku menuntaskan keinginanku ini, ternyata toko-toko sudah tutup, jadi aku belum jadi untuk minum minuman keras itu pak.” Lanjutku.
            “Alahmdullilah nak, kamu belum terlambat. Urungkanlah niatmu itu nak. Tidak akan bermanfaat barang seperti itu, hanya akan menambah kegalauanmu.” Kata pak tua.
            “Kalau kamu bersikeras untuk melakukan hal itu, maka kamu hanya akan sepertiku yang tak mampu membenduk ego ku ketika muda dulu.
            “Dulu aku juga seperti kamu galau, dan tidak tau harus kemana aku mencurahkan isi hatiku, dan akhirnya barang itulah yang aku pilih. Kini setiap detik dalam hidupku hanya ku habiskan untuk menyesali perbuatanku itu nak.” Lanjut pak tua.
            “Iya pak aku sudah mengurungkan niat itu pak, sudah aku buang jauh-jauh dari otakku pak.” Jawabku.
            “Lalu apa yang harusnya aku lakukan pak ?” Tanyaku.
            “Aku tau kau adalah orang perantau yang jauh dari rumah. Sekarang dia yang dulu kau cintai juga sudah jauh disana. Lupakanlah dia nak, jadikanlah pelajaran dalam hidupmu. Jangan kau sia-sia kan masa mudamu hanya untuk kegalauan seperti ini. Kini kau berada di sini, tutuplah buku yang dulu, dan buatlah cerita yang baru di sebuah buku yang baru. Jangan kau takut untuk melangkah kedepan, jika kau tak mampu untuk melangkahkan kakimu, maka kau akan terjebak selamanya disitu dan tak akan beranjak. Hanya ada kegalauan dalam hidupmu. Kini kau di tempat yang baru, dengan orang yang baru, dengan suasana yang baru. Dengan itu cipatakanlah mimpi-mimpi disini bersama orang-orang yang mendukungmu.”
            “Iya pak, sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan. Terimakasih pak.” Begitu kataku sebelum aku meninggalkan pak tua.
            Begitu malam itu aku habiskan, kini aku mengerti apa artinya pengalaman, apa pentingnya pelajaran hidup. Kini aku mencoba untuk belajar dari pengalaman. Sekarang keputusanku adalah membuka lembaran baru, dengan orang yang baru dan dengan suasana baru. Ketika kita akan menempati tempat yang baru kita juga harus siap untuk meninggalkan yang lama.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Perpisahan Termanis


            Hari itu aku sangat bahagia karena kini aku telah menjadi mahasiswa. Setelah berjuang keras menghadapi ujian dandan akhirnya lolos. Begitu membanggakan mendapat hasil yang kita peroleh dari usaha kita sendiri. Setelah hari pengumuman itu aku bergegas untuk mempersiapkan kepindahanku ke Surakarta. Ya, salah satu universitas negeri favorit yang ada disana. Sebelumnya tak pernah terpikirkan olehku untuk jauh dari orang tua, karena semenjak dulu aku belum pernah hidup jauh dengan orang tua. Tak terpikirkan juga meninggalkan kampong halaman yang telah menjadi saksi bisu perjalanan hidupku. Teman-teman dan sahabat-sahabat yang setia yang selalu ada disampingku untuk menghadapi segala halangan dan rintangan, serta Nisa pacarku yang selalu mendukungku, selalu menyemangatiku, kini aku akan meninggalkan mereka semua demi meraih mimpi dan cita-citaku.
            Hari itu langit membiru dan tampak terik matahari menyinari tanpa henti, terasa sedikit panas dari biasanya. Memang musim ini adalah musim kemarau sudah dua bulan tidak turun hujan. Mungkin ini yang disebut el-nino. Renacanaku hari ini adalah berkumpul dengan keluarga menikmati hari-hari terkahir sebelum keberangkatanku ke tanah rantau.
            “Dek, ayo mancing ?” Tanyaku ke adikku
            Di rumahku ada sebuah kolam lele budidaya milik ayahku, kebetulan ikan lelenya sudah agak besar sehingga bisa untuk dimakan. Aku sendiri sering memancing lele dikolam ayahku, biasanya ketika tidak ada lauk aku dan adikku memancingnya untuk dimasak sedangkan hari ini hanya sekadar untuk seru-seruan walaupaun akhirnya dimasak juga. Dengan menganggukkan kepalanya bertanda bahwa adikku setuju untuk memancing. Akupun menyiapkan peralatan untuk memancing.
            Kuhabiskan waktu siang ini sampai sore untuk memancing lele. Beberapa lele telah kudapat dan kuserahkan pada ibukku untuk dimasak. Cukup sudah tugasku untuk memancing. Walaupun malamnya aku tidak akan makan dirumah, karena ada janji dengan Nisa pergi keluar.
            Kini jam dinding menunjukkan pukul 16.00 WIB, saatnya aku bergegas menuju ke rumah Nisa. Tak lupa sebelum kerumahnya aku sudah berdandan rapi dan wangi, karena hari ini adalah hari dimana aku akan berjauhan dengannya dalam waktu yang lama. Sesampainya dirumahnya kulihat dia sudah siap untuk berangkat. Kupandangi dia, kurasa dia lebih cantik dari sebelumnya, lebih anggun, terasa semakin berat untuk pergi jauh darinya.
            Aku merasa hari ini memang berbeda dengan hari-hari sebelumnya tak banyak kata yang berucap dari bibir manisnya. Hanya sedikit tersenyum dan diam kembali. Sesampainya di tempat makan, kami pesan makanan kesukaan masing-masing dari kami. Sambil menunggu pesanan datang aku mencoba untuk membuka pembicaraan.
            “Nis, kenapa kok kamu diam gak kaya biasanya ?” tanyaku.
            “Aku gapapa kok lex.” Jawabnya
            “Beneran kamu gapapa ?” tanyaku lagi.
            “Iya beneran kok lex.”
Kemudian suasana kembali membisu. Aku tidak mengerti apa yang terjadi, apa mungkin dia marah karena aku besok akan pergi jauh darinya, atauada masalah lain. Tak terasa makanan yang kami pesan akhirnya datang. Kami pun makan dan tak banyak bicara. Setelah makan seleasai aku kembali bertanya kepadanya.
            “Nis, kamu marah sama aku ?”
            “Nggak lex.” Jawabnya singkat.
            “Lalu kenapa kamu diam ? tidak biasanya kamu begini. Apa aku punya salah sama kamu “
            “Nggak kok lex, kamu gak salah apa-apa.”
            “Nis, aku besok mau pergi jauh, dan kemungkinan kita ketemu lagi masih sangat lama. Ayolah ngomong biar aku tau.
            “Nis, aku sayang kamu, aku gak mau jauh sama kamu, aku pengen sama kamu terus nis.” Kataku.
Nisa tetap terdiam sambil merunduk, tiba-tiba tetes demi tetes air matanya jatuh membasahi pipinya.
“Alex…” Suaranya pelan
“ Aku tau lex kamu sayang banget sama aku, aku juga tau kamu gak mau jauh dari aku. Tapi….” Suaranya terhenti
“Tapi kenapa nis ?” Tanyaku
“Pergilah lex, carilah wanita yang baik yang bisa membuatmu bahagia.” Katanya pelan.
“Kamu ini ngomong apasih nis ? Aku udah temukan wanita yang baik yang bisa membuatku bahagia, itu kamu nis.”
“Mau gimana lag ilex ? Mana bisa aku membuatmu bahagia ? aku hanya akan menyusahkanmu.”
“Nis, apapun kamu, aku tetap sayang sama kamu, aku gak bisa nis mencari yang lai, kamu lah yang terbaik buat aku.”
“Sudahlah lex, cukup sampai disini saja…”
“Maksud kamu apa nis ?”
“Sudah cukup sampai disini cerita kita.”
“Kita udah lebi dari 3 tahun pacaran nis, dan kamu mutusin aku cuma masalah begini?” Tanyaku dengan keras.
“Maaf lex.”
“Apa kamu udah gak sayang lagi sama aku ?”
Kemudian Nisa kembali terdiam, nampak dia tak mampu menjawabnya.
“Iya lex, maaf aku udah gak sayang lagi sama kamu, carilah wanita yang lebih dari aku lex, carilah wanita yang bisa membuatmu bahagia.”
Aku tak percaya dengan semua yang telah dikatanya, setelah sekian lama cinta ini berlayar, dan akhirnya dia sudah tidak sayang lagi denganku. Serasa waktu di seluruh dunia berhenti. Terasa kerlingan air mataku akan segera berjatuhan, terasa pedih, terasa sakit dada ini, ku coba untuk menahan air mata itu namun aku tak bisa, begitu derasnya air mata ini jatuh.
“Apa maksud semua ini nis ? apakah kamu udah punya laki-laki lain ?”
Di tersenyum menghapus air mataku dan mencium keningku, dan berkata.
“Lex, makasih ya atas selama ini, aku gak pernah menyesal mencintaimu, aku gak pernah menyesal pernah mennyayangimu, biarlah ini menjadi kenangan kita, kini pergilah, kejarlah cita-citamu jangan sampai aku menjadi penghalangnya dan carilah wanita yang baik, yang akan membuatmu bahagia, sekali lagi terimakasih lex.”

Jumat, 21 Agustus 2015

NASIONALISME


Nasionalisme dalam bahasa terbagi menjadi dua yaitu nasional dan isme. Nasional dalam bahasa Indonesia berarti sesuatu yang bersifat kebangsaan, berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri meliputi suatu bangsa, sedangkan isme adalah system kepercayaan berdasarkan politik, sosial atau ekonomi. Jadi secara etimologis nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.
            Dewasa ini, nasionalisme seperti tidak di gubris lagi oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak mengerti pentingnya nasionalisme. Terlebih lagi bagi kaum muda sekarang yang sudah melenceng jauh dari nasionalisme.
            Maka dari itu, penulis mencoba mewancarai beberapa kaum muda yang dipilih secara acak, untuk mengetahui bagaimana pemahaman kaum muda tersebut terhadap nasionalisme. Selain itu juga untuk memenuhi tugas Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
            Narasumber pertama bernama Hanum Ni’matul Rochmah dari Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan tahun 2014. Menurut pemahaman saudara Hanum, nasionalisme adalah rasa cinta terhadap tanah air. Nasionalisme ada disetiap negara. Setiap warga negara seharusnya memiliki rasa cinta terhadap negaranya. Tidak semua warga negara harus menunjukkan rasa nasionalisme tersebut dengan hal yang sama, tetapi setiap warga negara memiliki cara yang berbeda-beda untuk menunjukkan rasa naisionalisme mereka. Selain itu suatu negara mempunyai hak untuk merasakan nasionalisme. Karena indicator nasionalisme tersebut adalah dari warga negara.
            Pertanyaan yang kedua adalah “apa pengaruh globalisasi terhadap nasionalisme ?”. Menurut saudara Hanum, globalisasi berdampak besar terhadap nasionalisme. Nasionalisme akan terkikis oleh globalisasi lambat laun.  Globalisasi mengubah pola pikir warga negara. Karena warga negara cenderung untuk mengikuti perkembangan jaman. Masyarakat banyak yang mengikuti budaya barat daripada budaya sendiri. Contoh: ketika memilih barang, anak muda lebih memilih brand yang dari luar  negeri daripada brand local. Dalam pola pikir mereka, brand luar negeri lebih bagus dan ebih tren daripada brand local. Contoh lain adalah ketika seseorang dari Indonesia menciptakan teknologi baru, mereka justru tidak mau mengembangkan teknologi mereka di Indonesia. Mereka akan mengembangkan ke luar negeri. Padahal jika dikembangkan di dalam negeri, akan berdampak positif bagi bangsa. Mereka lebih cenderung memikirkan financial yang lebih menguntungkan daripada rasa nasionalisme mereka. Tetapi, dalam hal ini tidak boleh serta merta menyalahkan sang pemilik teknologi. Pemerintah juga ikut andil dalam hal ini. Jika saja pemerintah menyediakan sarana dan prasarana untuk mengembangkan teknologi pasti meraka akan mengembangkan di negara sendiri. Seharusnya pemerintah memberinya hak paten. Dengan begitu pihak pemerintah juga mendapat keuntungan.
            Selain hal diatas, globalisasi akan berpengaruh dalam segala aspek. Contohnya dari segi pakaian, gaya bicara, gaya hidup dan lain lain. Sekarang banyak masyarakat yang menggunakan bahasa gauk dari luar. Mereka menirukan umpatan tetapi dalam bahasa luar. Dalam gaya hidup, masyarakat sekarang lebih konsumtif. Anak muda sekarang lebih sering ke tempat makan yang berbau fast food atau dari western.
            Menurut narasumber, globalisasi tidak bisa dicegah, karena kita sudah masuk dalam era ini. Tetapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dari dampak globalisasi narasumber mengatakan bahwa kita harus bisa menyaring. Kita harus menyesuaikan dengan Pancasila dan norma-norma yang ada di Indonesia. Kita harus bisa mengambil yang baik dan membuang yang buruk. Untuk penanganan yang lebih lanjut, anak-anak muda seharusnya lebih ditekankan pada nilai pancasila. Sehingga nantinya mereka bisa menyaring mana yang baik dan mana yang buruk.
            Pertanyaan ketiga yaitu “Upaya nyata apa yang bisa dilakukan untuk mengembalikan semangat nasionalisme di kalangan anak-anak muda ?”. Menurut pendapat narasumber hal yang perlu dilakukan adalah dengan memahami, menerapkan, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contohnya adalah dengan belajar. Jadi ketika kita belajar, kita harus memahami, menerapkan, dan mengimplementasikannya.
            Narasumber kedua bernama Endang Sulastri dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta angakatan tahun 2014. Menurut narasumber yang kedua arti nasionalisme adalah jiwa kebangsaan, cinta tanah air, mengerti kebangsaan, rasa kepemilikian terhadap suatu bangsa. Seharusnya setiap warga negara mempunyai rasa nasionalisme.
            Globalisasi adalah perkembangan jaman, perkembangan teknologi. Menurut narasumber kedua, globalisasi mempunyai dampak positif dan negatif terhadap nasionalisme. Tergantung seorang yang menyikapinya. Contoh dampak positifnya adalah ketika seseorang mempunyai gadget, mereka menggunakannya untuk mengetahui lebih lanjut terhdap Indonesia. Tetapi secara keseluruhan globalisasi member dampak negative karena cenderung mengikuti dari negara negara lain bukan negara Indonesia sendiri.
            Nasionalisme pada zaman sekarang menurun daripada sebelumnya. Contohnya kalau dulu kita memperingati hari kemerdekaan dulu pasti ada upacara. Jika zaman sekarang, belum tentu mahasiswa hadir mengikuti upacar dengan sukarela. Jika dulu mengikuti upacara dengan sukarela, pada zaman sekarang lebih mementingkan absensi. Mahasiswa sekarang datang karena terpakasa, jika tidak datang mereka akan tidak dapat absensi.
            Untuk mencegah lunturnya nasionalisme, perlu diberikan pendidikan kewarganegaraan. Karena dengan adanya pendidikan kewarganegaraan, mereka akan tahu bagaimana Indonesia dan dengan itu diharapkan nasionalisme mereka bisa membaik.
            Untuk tetap menjaga nasionalisme, kita perlu mengenal budaya kita sendiri, melestarikan budaya-budaya tanah air, contohnya dengan berlatih tari-tarian. Selain hal tersebut, kita harus mengenal lagu-lagu daerah. Karena jika kita tidak mengenal lagu-lagu daerah, ketika di klaim oleh negara lain, kita sendiri yang akan bingung. Kalaupun tidak hafal dengan lagu-lagu daerah tersebut, setidaknya kita tahu bahwa lagu tersebut adalah lagu-lagu asli dari Indonesia.
            Narasumber ketiga bernama Srikandi Prasastiningtyas dari Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan tahun 2014. Menurut narasumber ketiga, nasionalisme adalah dimana kita berusaha untuk mencintai tanah air. Mencintai tanah air disini bukan berarti kata kiasan saja tetapi bagaimana kita berperilaku sehari-hari yang menunjukkan nasionalisme kita. Menganggab bahwa Indonesia itu ada dan lebih menghargai jas-jasa para pahlawan kita. Contohnya jika kita sebagai pelajar, kita berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Indonesia.
            Menurut narasumber ketiga, nasionalisme pada kalangan muda akhir-akhir ini mulai menurun. Di dalam satu sisi mereka mengerti bahwa nasionalisme itu penting tetapi di sisi lain dalam praktik mereka tidak baik. Hal itu menjadi koreksi tersendiri bagi mahasiswa untuk meningkatkan rasa nasionalismenya. Contohnya dalam upacara peringatan apapun mereka tidak mementingakan egoismenya daripada apa yang ada di Indonesia itu sendiri.
            Pengaruh globalisasi itu sangat banyak. Dimulai dari kita, dari perilaku kita,  dimana kita lebih sering menghilangkan tradisi-tradisi kita. Kemudian dari tata bicara kita juga sudah mulai berubah. Contohnya kita lebih suka berbicara memakai bahasa inggris daripada bahas Indonesia atau bahasa daerah. Itulah beberapa contoh yang dikemukakan narasumber tentang pengaruh globalisasi terhadap nasionalisme.
            Kita perlu menyaring globalisasi, mana yang dianggab benar dan mana yang dianggab salah. Sebagai mahasiswa kita seharusnya bisa memfilter, dan memberikan contoh yang baik terhadap orang lain.
            Jika ada undangan semisal upacara kita harus datang karena itu termasuk menghargai jasa para pahlawan. Sebenarnya nasionalisme itu kan kita tidak menghilanhkan tradisi-tradisi yang ada dan terus fleksibel terhadap globalisasi. Contohnya ketika masuk kelas dan terlambat, kita perlu minta ijin ke dosen boleh masuk atau tidak seperti itu. Hal itu termasuk cinta terhadap nasionalisme karena menghargai dosen.
·         Kesimpulan
Nasionalisme adalah rasa cinta terhadap tanah air yang bisa diungkapkan dengan berbagai sikap. Setiap warga negara seharusnya memiliki rasa nasionalisme. Globalisasi sangat berpengaruh terhadap nasionalisme. Terdapat pengaruh baik dan pengaruh buruk tergantung bagaimana kita mneyikapi globalisasi. Tetapi dampak globalisasi cenderung negatif. Kita harus pandai-pandai menyaring globalisasi. Kita perlu menyesuaikan norma-norma yang berlaku di Indonesia. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengembalikan semangat nasionalisme di kalangan anak muda adalah yang pertama memberikan pengetahuan tentang nasionalisme. Memperkenalkan Indonesia, menunjukkan bahwa Indonesia itu ada, Indonesia itu hebat, sehingga para anak muda akan bangga terhadap Indonesia dan mereka akan merasa memiliki Indonesia.


Narasumber
                                                            
Nama               : Hanum Ni’matul Rochmah
Pekerjaan         : Mahasiswa
Pendidikan       : Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta
  




Nama                : Endang Sulastri
Pekerjaan          : Mahasiswa
Pendidikan        : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poitik Universitas SebelasMaret Surakarta
                          



Nama                 : Srikandi Prasastiningtyas
Pekerjaan           : Mahasiswa
Pendidikan         : Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta
  

Minggu, 09 Agustus 2015

Postitusi Online


A.      Latar Belakang
            Dewasa ini di Indonesia dikejutkan dengan berita tentang prostitusi online. Kasus ini mencuat ketika polisi berhasil menanangkap pelaku yang berinisial DK dan EW pada 19 Januari 2015 untuk wilayah Bogor dan Jakarta. Mereka diduga melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-undang ITE. Polisi terus menyelidiki tentang kaus prostitusi online tersebut dan akhirnya membuahkan hasil dengan tertangkapnya salah seorang mucikari yang berinisial RA. Menurut pengakuan dari tersangka, keterlibatan kasus ini mulai dari mahasiswi, ibu rumah tangga bahkan artis.
            Modus yang dilakukan para mucikari beragam, dari pelayanan pijat sampai ada yang langsung memasang reklame di dunia maya yang berisi menjajakan perempuan berusia 18-20 tahun. Bila ada pelanggan yang memesan, pelaku mengirim perempuan ke hotel yang ditentukan. Tarif yang ditentukan mulai dari 10 juta sampai 200 juta untuk kalangan artis.
            Maraknya prostitusi online dewasa ini, dikarenakan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah pembubaran lokalisasi sejak 10 tahun terakhir sering dilakukan. Dengan tidak adanya lokalisasi para mucikari memutar otak dengan memanfaatkan teknologi internet serta media sosial yang tidak terbatas sensor pemerintah. Hal tersebut membuat tidak ada batasan bisnis apa yang akan dilakukan . Mereka memanfaatkan dunia maya sebagai lapak mereka. Tentu saja di dunia maya semua tidak perlu tempat yang luas, hanya promosi lalu jika cocok baru mereka bertemu dan melakukan transaksi.
            Prostitusi online memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan tempat prostitusi pada umumnya. Contohnya “Gang Dolly”. Sebagai tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara seharusnya lebih menguntungkan dibanding prostitusi di Internet. Namun, bila dibandingan dengan tariff, prostitusi online yang menang. Bila pada prostitusi online biaya yang ditawarkan paling murah adalah 500 ribu, sedangkan di “Gang Dolly” paling murah adalah 100 ribu.
            Faktor yang lainnya adalah kemiskinan. Kemiskinan telah memaksa banyak keluarga untuk merencanakan berbagai strategi penopang kehidupan. Termasuk menjual moral untuk bekerja dan bekerja karena jeratan hutang. Pada dasarnya, penyebab utama terjadinya pelacuran adalah keterpurukan kondisi ekonomi Indonesia. Hal tersebut akan berdampak langsung pada penutupan banyak pabrik dan rasionalisasi besar-besaran terhadap jumlah tenaga kerja
            Disisi lain, dilihat dari konteks keluarga, wanita dipasang sebagai “pekerja alternative” yang dapat menjamin kelangsungan hidup satu keluarga. Fenomena pelacuran ini merupakan sector perdagangan yang kini berkembang pesat. Dimana ini juga ada yang dikendalikan oleh jaringan global yang tersusun serta bersindikat, dengan menggunkan kelengkapan teknologi yang canggih serta dilindungi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
            Keinginan untuk memiliki materi dan standar hidup yang lebih tinggi memicu terjadinya pelacuran. Aktivitas haram ini sudah menjamah lingkungan pendidikan. Pelajar SMP, SMA, Mahasiswa banyak pula yang terjun daam dunia ini. Motifnya, selain faktor kemiskinan juga adanya keinginan untuk dapat segera memenuhi kebutuhan hidup yang mewah.
            Lemahnya penegakan hukum, pejabat penegak huku dalam mengawasi beredarnya cyberporn. Bahkan kegiatan prostitusi dan pornografi online dianggap bahaya laten yang selalu ada dan berkembang walaupun terus diberantas. Sebenarnya, kenyataan di masyarakat memang demikian. Akan tetapi hal ini kembali lagi pada ketegasan aparat penegak hukum dalam memberikan “shock therapy” pada pemuat situs prostitusi online.
            Prostitusi online ini sangat berdampak kepada moral bangsa Indonesia, apalagi yang menjadi PSK adalah seorang artis. Padahal artis adalah seorang public figure yang harusnya memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat. Dengan adanya kasus ini tentu saja membuktikan bahwa moral bangsa Indonesia sangat buruk. Seorang yang sudah mendapat kekayaan, kesuksesan tetap saja masih bisa melakukan kejahatan seperti itu.
B.       Dampak
Dampak yang diakibatkan prostitusi online sangat banyak sekali, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Moral bangsa Indonesia akan semakin menurun. Semakin banyaknya kegiatan prostitusi seperti itu menandakan bahwa moral kita sangat buruk, apalagi yang menjadi pelaku adalah seorang public figure.
2.      Penyakit AIDS. Prostitusi online menyebabkan semakin mudahnya seseorang berhubungan dengan seorang PSK. Karena mereka tidak perlu bertransaksi di sebuah tempat, namaun hanya lewat gadget. Dengan mudahnya mengakses hal tersebut, maka semakin mudah seks bebas dilakukan, hal tersebut tentu saja akan merebahnya virus HIV/AIDS.
3.      Merusak generasi muda bangsa Indonesia. Banyak dari pelajar yang menjadi PSK. Dengan adanya prostitusi online mereka tidak perlu lagi pergi ke tempat-tempat untuk mangkal, hanya lewat internet mereka bisa berbisnis. Tentu saja hal ini akan sangat buruk dampaknya.
4.      Berita prostitusi online ini membuat resah masyarakat. Adanya prostitusi online ini, masyarakat semakin dekat dengan kegiatan prostitusi. Karena siapa saja yang mempunya akses internet dapat mengakses dengan mudah prostitusi online.
C.       Solusi
Kasus prostitusi online ini akan sangat berdampak negative pada masyarakat, maka perlu diberikan solusi antara lain :
1.      Menangkap para pelaku prostitusi online. Mulai dari mucikari sampai PSK sehingga bersih sampai akar-akarnya. Walaupun sebenarnya diatas mucikari masih terdapat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, namun hal ini cukup memberikan “shock therapy”.
2.      Mempertegas UU yang mengatur akses internet. Kurang kuatnya hukum yang mengatur tentang masalah ini, membuat para pelaku prostitusi online berani blak-blakan memaparkan prostirusi online. Diharapkan dengan mempertegas hukum tentang akses internet dapat mengurangi bahkan menghentikan prostitusi online.
3.      Memblokir situs-situs yang berbau pornografi. Situs-situs pornografi sangat dekat dengan prostitusi online. Dengan memblokir situs-situs tersebut akan membuat para pelaku tidak bisa mempromosikan prostitusi online.
4.      Memberikan bekal agama kepada para PSK dan mucikari sebelum pemerintah mengusur lokalisasi. Dengan dibekali ilmu agama, seharusnya mereka sadar bahwa pekerjaan mereka adalah haram, sehingga mereka tidak berani lagi melakukan hal tersebut.
5.      Memberikan bekal ilmu pendidikan dan uang untuk modal mereka melakukan usaha. Diharapkan dengan hal itu dapat menjadikan mereka entrepreneur bukan menjadi PSK.
6.      Memberikan mereka sosialisasi dan motivasi. Motivasi akan sangat berpengaruh terhadap mental mereka. Mereka akan terpacu untuk menjadi lebih baik lagi.
Solusi tersebut tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Solusi-solusi tersebut harus dilakukan secara berkala. Dilakukan selama berbulan-bulan agar mereka benar-benar “move on” dari pekerjaan haram itu.