Tampilkan postingan dengan label Komentar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komentar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2020

BERSYUKURLAH, KARENA BERSYUKUR ITU INDAH

            Akhir-akhir ini aku menyadari bahwa kita patut bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Terlepas dari apa yang kita inginkan terkabul. Bahkan disaat kita berada di dalam kesusahan kita masih patut menyukurinya. Karena aku yakin, bwahwasanya setiap yang terjadi sudah ditentukan oleh Tuhan. Dan dibaliknya pasti ada rencana yang lebih baik lagi.


            20 Juni 2020, aku menikahi seorang perempuan bernama Meida Dewanti. Mulai dari sini, muncul banyak hal di benakku. Aku akan sangat berdosa jika aku tidak bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepadaku. Sudah sepantasnya sebagai istri untuk melayani suaminya. Namun, tetap saja aku merasa sangat beruntung memilikinya. Kenapa aku tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah Dia berikan? Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah menganugerahkan dia sebagai istriku. Semoga Tuhan selalu memberikan kami kenyamanan, kebahagiaan, serta kesejahteraan.

            Disisi lain, aku sangat bersyukur Tuhan telah memberikanku teman, sahabat dan kerabat yang begitu baiknya. Mereka selalu memberikan support kepadaku. Mereka juga tidak pikir panjang disaat membantuku. Disaat aku susah mereka selalu memberikanku semangat. Disaat aku melakukan perjalanan dari Cilegon, Banten menuju Karanganyar, mereka tidak hentinya menanyakan keberadaanku. Ketika itu aku melakukan perjalanan sendirian menaiki kendaraan pribadi yang sebelumnya aku belum pernah melakukannya sejauh itu. Dan semua memberikan do’a serta dukungannya kepadaku agas segala sesuatunya berjalan lancar. Aku merasa beruntung berada di lingkungan mereka. Terimakasih Tuhan atas anugerahmu.

            Ketika kita mampu untuk bersyukur, kegiatan-kegiatan kita akan terasa lebih ringan. Pekerjaan yang sebelumnya penuh dengan keluhan, tugas kuliah yang menumpuk, atau hal lain yang mempunyai beban, kamu akan menyadarinya bahwa memang itulah yang Tuhan berikan untukmu, dan kamu wajib untuk bersyukur. Cobalah untuk bersyukur! Dan lihat manfaatnya… Sampai disini dulu ya artikel kali ini, semoga bermanfaat. See you next time…


Jumat, 10 Juli 2020

Review Gunung Pinang Kota Cilegon

            Dewasa ini, destinasi wisata-wisata di berbagai tempat ramai dikunjungi saat weekend. Ini akibat adanya era new normal setelah adanya pandemic covid-19. Masyarakatpun berbondong-bondong berkunjung ke tempat-tempat wisata hanya untuk sekedar menikmati pemandangan dan menghilangkan stress setelah berbulan-bulan hanya tinggal di rumah saja. Dan berikut sedikit review salah satu tempat wisata di kota Cilegon, Banten.

            Jika kamu adalah warga kota Cilegon atau sekitarnya, pasti tidak asing dengan tempat wisata gunung pinang. Meskipun wilayah wisata ini bukan termasuk kota cilegon, namun tempat ini cukup dekat dengan kota cilegon. Dari kota cilegon, waktu yang ditempuh untuk mencapai destinasi ini kurang lebih 25 menit.


Jalan menunju lokasi wisata

Tempat wisata ini menyajikan pemandangan kota cilegon dan sekitarnya dari atas ketinggian. View yang disajikan cukup untuk menyegarkan mata. Udaranya cukup sejuk dan segar, cocok untuk menyegarkan pikiran yang stress. Terdapat juga wahana-wahana yang disediakan oleh pengelola. Foto selfie dari pinggir tebing dengan view kota cilegon dari atas. Terdapat ayunan untuk selfie ditempat ketinggian yang kekinian. Jika kamu lapar atau sekedar ingin jajan, disana banyak warung yang berjualan, walau hanya didirikan dibawah tenda seadanya.





Gn. Pinang 8 Juli 2020

Sayangnya, pengelolaan tempat wisata ini kurang. Dimulai dari pintu gerbang yang kecil, tidak terlihat seperti tempat wisata, dan tidak ada petunjuk jalan. Jika kamu adalah orang yang baru berkunjung ke cilegon, kamu setidaknya membutuhkan map. Selain itu jalan dari pintu masuk ke tempat wisata sangat jelek. Jalanan aspal yang rusak sangat tidak mengenakkan. Potensi jatuh dari kendaraan sangat tinggi. Jika kendaraan kamu kurang fit, bisa saja tidak kuat naik tanjakan. Ban jika sangat rawan untuk bocor karena banyak sekali batu yang tajam.

Padahal tiket masuknya cukup mahal 25 ribu 2 orang dalam 1 motor jika dibandingan dengan wisata-wisata lain di di Cilegon, sebagai contohnya bukit Waruwangi yang hanya 11 ribu 2 orang dalam 1 motor. Wahananya pun ketika saya kesana sedang dalam perbaikan. Bahkan wahana selfie ayunan terbengkalai seperti tidak ada perawatan. Dan untuk menikmati wahana selfie ini, pengunjung perlu merogoh kocek sebesar 5 ribu rupiah.


Sebenarnya dari segi lokasi, tempat ini sangat mendukung untuk dijadikan tempat wisata yang kekinian. Sayangnya pengelolaan yang kurang, berakibat pada terbengkalainya beberapa wahana. Selain itu, karena lingkungannya juga kurang terawat, mengakibatkan banyak nyamuk. Jika kamu ingin aman, gunakanlah lotion anti nyamuk. Protocol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 dijalankan dengan baik. Apabila kamu ingin memasuki lokasi ini, kamu perlu menggunakan masker dan di cek temperature tubuh. Di lokasi juga terdapat tempat untuk mencuci tangan. Overall menurut saya, tempat ini mempunyai nilai 6.5/10.

Kesimpulannya, jika kamu adalah masyarakat local yang hanya ingin sekedar merasakan udara segar, dan ingin melihat view dari ketinggian dengan waktu tempuh yang singkat, disini cukup rekomended. Tapi jika kamu adalah warga dari jauh yang ingin benar-benar berwisata, saya tidak merekomendasikan tempat ini. Lebih baik kamu berwisata ke pantai anyer yang sudah jelas sebagai lokasi wisata yang bagus dengan pemandangan sunset yang indah. Sekian review wisata gunung pinang di kota Cilegon. Semoga bermanfaat.. sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya…


Minggu, 07 Oktober 2018

Resah

Banyak orang yang merasa dirinyalah yang paling benar dan keputusannya adalah yang terbaik. Tidak sedikit pula orang membuat keputusan demi kebaikan dirinya sendiri tanpa memikirkan efek dan dampaknya di masa depan.

Mental, adalah permasalahan utama di Indonesia. "Cari modal sekecil mungkin lalu dapatkan untung sebesar mungkin". Adakah di kehidupan nyata seperti itu? Kalo gak nipu gak mungkin seperti itu. Faktanya semakin besar untung yg anda peroleh, semakin besar pula modal yg anda butuhkan. Kalo pemikiran orang Indonesia masih seperti diatas ya pantas saja jika banyak koruptor.

Sama halnya dengan pekerja. Kerja sedikit mungkin untuk mendapatkan penghasilan yang sebesar mungkin. Mana ada yang seperti itu? Yang ada pastilah kecurangan. Kebanyakan pekerja lupa akan kewajibannya namun ketika haknya sedikit saja direbut, pasti langsung ngamuk.

Marilah kita belajar tanggung jawab terhadap diri sendiri. Belajar dari hal kecil untuk kebaikan yang besar. Jika kita tidak bisa membuang sampah ditempatnya jangan salahkan jika banyak sampah-sampah masyarakat. Jika kita tak mampu membersihkan piring-piring kotor bekas makan kita, jangan salahkan jika banyak tangan-tangan kotor memegang negeri ini. Jika kita tak mampu melakukan pekerjaan kita sendiri jangan salahkan jika petinggi-petinggi negara juga melakukan hal yang sama. Jangan selalu menyalahkan yang diatas, tapi mari bercermin kepada diri sendiri, lalu mari perbaiki bersama-sama.

Selasa, 21 November 2017

TANTANGAN INDONESIA SEBAGAI PENYEDIA INTERNET MARKETING BERKUALITAS

            Bisnis tanpa marketing bagaikan tubuh tanpa mulut. Mengapa mulut ? Karena mulut adalah sebagai media komunikasi atau penghubung antara satu dengan yang lainnya, atau dalam dunia marketing dapat dikatakan sebagai penyalur antara produsen dengan konsumen. Tanpa adanya marketing, produsen tak bisa mengenalkan produk mereka. Meskipun produknya baik dan berkualitas, harganya ekonomis, namun konsumen tidak mengetahuinya, bisa dikatakan hal itu akan sia-sia. Dalam dunia marketing terdapat strategi 4P. Price, Place, Product, dan Promotion. Promotion adalah ujung tombak dalam dunia marketing. Sebab, pada kondisi ini, produsen berhubungan langsung dengan konsumen.
            Seiring berjalannya waktu dan efek globalisasi, marketing telah berkembang pesat. Dari awalnya secara direct  marketing, atau secara langsung, sekarang telah berkembang melalui banyak media. Media yang saat ini tengah populer adalah media internet. Dimana produsen dapat mengeksploitasi secara maksimal.
            Marketing melalui internet bisa dikatakan mudah dan efisien. Dapat dikatakan mudah karena semua orang dapat mengakses internet kapanpun dan dimanapun. Sehingga memungkinkan produsen sangat dekat dengan konsumen. Efisien dalam waktu, proses pemasangan iklan di internet lebih cepat apabila dibandingkan dengan menyebarkan pamflet atau brosur. Selain itu, dapat mengurangi pengeluaran. Tidak perlu mencetak dan menyebarkan pamflet, tapi melalui internet, produsen hanya perlu memosting iklan dari produk mereka. Bagaimana ? Menjanjikan bukan ?
            Namun, adakalanya juga internet marketing memiliki dampak negatif. Contohnya saja pengiriman barang yang terlampau lama atau sudah lewat dari masa perjanjian. Memang dengan adanya internet marketing, produsen akan lebih dekat dengan konsumen, namun akan terkendala apabila pengiriman barang tidak tepat waktu. Selain itu, ketidakpercayaan sebagian masyarakat mengenai pebisnis online masih menjadi momok. Banyaknya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, bisa saja memanfaatkan internet marketing untuk kepentingannya sendiri. Beberapa orang juga menganggap transaksi online terjadi secara virtual dan tidak nyata, sehingga mereka takut untuk melakukannya.
            Kemungkinan permasalahan regulasi nantinya akan muncul. Walaupun sekarang pemerintah telah menerbitkan UU tentang e-commerce. Tapi permasalahan lain mingkin bisa muncul dari cara pembayarannya. Pembayaran 100% berbasis elektronik. Apabila sistem mengalami kegagalan, transaksi online akan terganggu. Beberapa masalah ini pernah terjadi disalah satu bank, dimana satelitnya mengalami gangguan. Selain itu, permasalahan juga bisa terjadi di logistik. Pengiriman barang bisa saja terjadi beda provinsi bahkan negara. Kalau ada permasalahan di ekspedisi, pastinya akan mengganggu juga.
            Dari sekian banyak permasalahan, apakah Indonesia mampu menyediakan internet marketing yang berkualitas ? Berdasarkan era globalisasi, mau tidak mau Indonesia harus mengikutinya, dengan adanya UU tentang e-commerce, Indonesia telah selangkah menuju lebih baik. Namun, hal ini membutuhkan proses yang tidak sebentar untuk menuju internet marketing yang lebih baik dan sehat. Semoga saja Indonesia bisa terus berkembang, dan menyediakan internet marketing yang berkualitas sehingga produsen akan senang dan konsumen akan nyaman.

Senin, 06 Februari 2017

PEMALANG

            Apa yang terpikir di benak anda ketika pertama kali mendengar kota Pemalang ? apa yang khas dari kota Pemalang ? ada begitu banyak pertanyaan jika hendak pergi ke suatu tempat. Pertanyaan-pertanyaan itu tentunya untuk mendapatkan hasil yang maksimal ketika berkunjung ke suatu kota.
            Pertama kali mendengar kota Pemalang, di pikiranku kota itu adalah kota yang biasa seperti kota-kota yang ada di pulau Jawa. Berbahasa jawa, orangnya ramah-ramah, dan yang paling penting makanannya enak dan murah-murah. Dalam pikiranku kota Pemalang adalah salah satu kota yang cukup besar, entah kenapa steatment itu ada di benakku. Begitu juga keadaan kota yang ramai, banyak pernak-pernik khas Pemalang yang banyak.
            Berkunjung ke Pemalang bukanlah suatu perjalanan wisata atau berkunjung ke rumah saudara untuk menikmati suasana ataupun berbelanja, melainkan untuk mencari pengalaman di dunia kerja. Ya, kunjungan ini tidak sekadar kunjungan biasa. Satu setengah bulan kedepan aku akan berada di sini untuk mendapatkan ilmu di tempat praktek kerja. Mau tidak mau, aku harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar, seperti adat istiadat, sopan santun, dan yang paling penting harus terbiasa dengan makanan yang ada disini.
Hasil gambar untuk Pemalang            Pertama kali sampai disini, di benakku terpikir kalau Pemalang adalah kota besar, karena lalu lintas yang lumayan ramai, banyak angkutan-angkutan seperti truk berlalulalang. Tapi, aku kaget ketika bercakap dengan warga sekitar, ternyata mereka berbahasa “ngapak” bahasa yang biasa digunakan di daerah tegal, banyumas, dan sekitarnya. Bahasa yang sangat familiar dengan kata “Nyong” yang berarti aku atau saya. Cukup bingung menanggapi bahasa yang tidak kumengerti hanya ku balas iya saja. Aku melupakan satu hal, bahwa Pemalang lumayan dekat dengan tegal, jadi tidak heran jika di kota Pemalang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa “ngapak”. Kini ekspektasiku telah salah, bahwa disini ternyata mayoritas penduduknya menggunakan bahasa “nagapak”. Sedikit sulit juga beradaptasi dengan orang yang berbeda bahasa, apalagi ketika mendengar logat dan bahasa mereka, aku tidak bisa menahan tawa, lucu sekali. Ya mungkin karena tidak pernah mendengarnya jadi sedikit asing bagiku.
            Salah satu masalah yang mengakibatkan sulitnya adaptasi adalah dari segi bahasa. Bahasa merupakan kunci utama untuk berkomunikasi, jika kita tidak mengerti apa yang dikatakan orang lain akan sangat sulit bagi kita untuk membaur dengan masyarakat. Disini mungkin sangat kental dengan diskriminasi, apalagi masalah bahasa. Ketika disini anda menggunakan bahasa Indonesia ketika membeli makanan, anda akan mendapatkan harga yang berbeda ketika anda menggunakan bahasa daerah disini yaitu “ngapak”. Tentunya harga dengan memakai bahasa Indonesia lebih mahal daripada dengan memakai bahasa ngapak. Hal ini aku siasati ketika memebeli makanan, aku mengajak temanku dan aku suruh berbahasa ngapak. Karena dia orang Tegal yang lumayan bisa berbahasa ngapak.
            Perpindahan dari satu kota ke kota lain memerlukan adaptasi. Ya adaptasi sangat diperlukan untuk mendapatkan hidup yang nyaman. Kota yang satu dengan kota yang lain akan memiliki biaya hidup yang berbeda, sehingga perlu penyesuaian pengeluaran. Akan sulit jika kita berpindah dari tempat yang mempunyai biaya hidup yang relative rendah menuju tempat yang mempunyai biaya hidup yang relative tinggi. Pengeluaran kita akan membengkak jika kita tidak mengantisipasi keadaan seperti itu. Begitu juga yang aku rasakan saat ini. Aku sekarang bertempat di kota yang biaya hidupnya lebih mahal daripada di tempatku yang dulu yaitu di Solo. Di Solo, uang 20 ribu sudah bisa untuk makan sehari, tapi disini uang sebesar itu hanya untuk 2 kali makan dengan lauk yang sama. Ekspektasiku kali ini benar-benar menjerumuskanku, alhasil aku harus rela sehari hanya 2 kali makan.
            Saat stress, ataupun pusing kita perlu rekreasi, me-refresh otak kita. Selain untuk mencari pengalaman di bidang kerja, mencari hiburan adalah salah satu kegiatan yang perlu dilakukan. Kupikir disini akan banyak hiburan yang menarik, tetapi ketika awal-awal datang kesini, aku sudah berkeliling, dan tidak ada tempat rekreasi yang menarik. Hanya ada satu pantai yaitu pantai widuri. Alun-alun kotanyapun relative sepi, tidak banyak orang yang berjualan disana. Alhasil, aku mencoba ke pasar pemalang, dengan berharap ada sesuatu yang menarik disana, tetapi malah sebaliknya. Kondisi pasar yang sangat kumuh dan bau, membuat keinginan berpetualangku menjadi hilang.
            Yah, memang begitu banyak hal baru yangaku temui disini, memang awalnya tidak seperti ekspektasiku, tapi ada beberapa hal yang sangat menarik bagiku. Salah satunya adalah nasi grombyang yang sangat menggoda lidah. Aku rasa, inilah makanan yang paling enak yang pernah aku temui di kota Pemalang. Rempah-rempah yang lengkap dan menendang lidah, membuatmu merasa meleleh. Sekali anda mencoba, aku yakin anda akan ketagihan. Sayangnya, porsinya cukup kecil, jika anda sedang kelaparan, saya yakin 1 mangkuk nasi grombyang tidak akan cukup untuk mengisi perut anda, butuh 2-3 mangkuk untuk membuat anda kenyang.
            Selain nasi grombyang yang menendang lidah, masyarakat di Pemalang sangat peduli terhadap keadaan sekitar meskipun mereka baru kenal. Masyarakatnya yang ramah, baik, dan saya rasa disini tingkat kriminalitasnya relative rendah. Sebagai contoh, ketika itu aku aku sedang menjemur pakaianku, dan aku tinggal bekerja, hujanpun turun. Aku sudah berpikiran bahwa pakaianku akan basah kuyup, namun tidak. Tetanggaku memindahkan pakaianku ke tempat yang teduh sehingga pakaianku tidak basah.
            Hidup di tempat yang baru memang tidak mudah, perlu adanya adaptasi untuk memperoleh keadaan yang nyaman. Sebagai orang baru, kita perlu mengetahui adat istiadat orang-orang disini. Kita tidak boleh sembarangan bertindak sesuka hati kita layaknya dirumah. Kita sebenarnya tidak perlu memikirkannya terlalu mendalam. Kita hanya perlu dewasa dan bersikap bijak atas apa yang kita hadapi. Dan yang paling penting dalam mencapai kesuksesan beradaptasi adalah keikhlasan. Tanpa adanya keihklasan, yang ada hanyalah keluhan-keluhan yang setiap hari akan muncul. So, bersabarlah teman, dan ikhlaslah. Tanamlah kebaikan dimanapun anda berada dan anda akan menuai kebaikan pula dimanapun anda berada.

Kamis, 01 Desember 2016

Ketahui 11 tanda pasangan bukanlah jodoh anda


Jika saat ini Anda berada di dalam sebuah hubungan dan selalu bertanya-tanya apakah pasangan yang sekarang jodoh Anda atau bukan, mungkin beberapa tanda di bawah ini dapat membantu.
Awal hubungan memang selalu menjadi hal yang menyenangkan untuk dijalani, percakapan yang seru, menghabiskan waktu bersama, dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Namun, seiring berjalannya waktu, Anda bertanya pada diri sendiri apakah si dia jodoh, terutama jika hubungan telah berlangsung lama.
Dilansir dari bustle.com, Rabu (30/11/2016), berikut ini adalah beberapa tanda yang dapat membantu Ana menunjukkan bahwa pasangan sekarang bukanlah jodoh Anda.
1. Ia tidak dapat membaca pikiran Anda
Sebenarnya membaca pikiran orang lain hampir tidak mungkin dan tidak pernah terjadi di dunia nyata. Namun, menurut beberapa artikel, ketika bertemu jodoh, Anda akan langsung mengetahuinya begitu saja, dan rasanya seperti keajaiban. Ketika Anda dan pasangan selalu berbeda pendapat, berusaha menyatukannya, namun tidak pernah berhasil, ini bisa menjadi tanda kalian tidak ditakdirkan bersama.
2. Tidak ada chemistry
Tentu saja, untuk mengetahui apakah pasangan adalah
 jodoh Anda, harus ada semacamchemistry yang dirasakan. Apakah Anda masih menikmati masa-masa bersamanya? Atau bahkan ciuman dengannya terasa hambar? Anda sendiri yang bisa memutuskan.
3. Ia tidak pernah memuji Anda
Seorang pasangan seharusnya membuat Anda merasa luar biasa tentang diri sendiri dan melakukannya sesering mungkin. Jika Anda menemukan hal sebaliknya, pasangan yang tidak pernah memuji atau bahkan membuat Anda merasa sedih setiap saat, Anda tahu hubungan tersebut akan berakhir seperti apa.
4. Anda terus menerus merasa disalahkan
Bahkan di hari-hari yang baik, Anda merasa takut, entah takut mengungkapkan selera, karena berbeda. Jodoh seharusnya membiarkan Anda menjadi diri sendiri versi terbaik, tanpa menghakimi.
5. Ia sering melupakan Anda
Jodoh seharusnya sangat terobsesi dengan keberadaan Anda, ingin terus menerus melihat, dan mendengar Anda. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, ia sering melupakan ketika Anda tidak berada di sekitarnya, ia mungkin memang bukanlah jodoh Anda.
6. Anda terus mengetik ulang pesan untuknya
Ketika berkomunikasi dengannya, Anda merasa harus terus menerus memeriksa apakah ada kesalahan atau tidak. Ini jelas menunjukkan Anda tidak merasa nyaman dan tentu saja tidak ingin merasakannya seumur hidup, bukan?
7. Anda harus terus menerus membenarkan perbuatannya
Ketika pasangan melakukan kesalahan, Anda memiliki keharusan untuk menjelaskan kepada semua orang bahwa bukan itu yang dimaksudnya, atau bahwa ia sebenarnya adalah pribadi yang baik. Ia melakukannya secara sadar dan semua orang bisa menilainya sendiri.
8. Ia tidak berusaha untuk Anda
Tidak ada sebuah hubungan yang mudah untuk dijalani, semua memiliki kesulitannya masing-masing. Yang menjadi fokus adalah berapa besar usaha Anda untuk mempertahankan hubungan tersebut.
Jika merasa hanya Anda yang berjuang, sedangkan ia pergi sesuka hati, akhiri hubungan tersebut. Anda pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik untuk dijalani.
9. Ia tidak tertarik dengan Anda
Ini mungkin terdengar klise, namun pasangan seharusnya akan selalu bersemangat ketika melihat Anda di mana pun.
10. Ia tidak tertarik dengan masa depan bersama Anda
Ya, ia selalu ragu-ragu ketika pembicaraan mengarah pada masa depan, seperti pernikahan. Jodoh seharusnya sangat bersemangat ketika membicarakannya dengan Anda.
11. Anda tidak merasa aman
Perasaan aman mungkin menjadi takaran hubungan tersebut bahagia atau tidak. Jika selalu merasa khawatir dan gelisah, Anda tahu sedang berada di dalam hubungan yang tidak tepat.

Rabu, 20 Januari 2016

SAHABAT


Sahabat
Karya : Hirman Setiawan

Kuat dan keras
Bukanlah sebuah batu
Bukan juga selapis baja
Tapi adalah tekad dan perjuanganmu


Kau tancapkan dalam-dalam tiangmu
Agar badai dan hujan takkan menggoyahkan
Kau tahu siapa dirimu
Kau tahu berapa besar kemampuanmu
Tapi kau tetaplah sama
Menjadi seorang yang selalu sama ketika kita bersama

Sahabat,
tak peduli kau seorang manajer atau direktur
tak peduli pakaianmu lusuh nan kotor
tak peduli keadaanmu susah atau senang
Kau tetaplah sahabatku
Yang menjadi tokoh setiap cerita di hidupku

Minggu, 17 Januari 2016

Cinta Abadi


Cinta Abadi
karya : Hirman Setiawan

Aku masih disini
Di tempat biasa ku melihat bintang-bintang
Mungkin kau sudah mengerti
Karena disnilah tempat kita beradu pandang


Aku masih disini
Dengan rasa yang semakin kuat
Meski ku tau kau takkan pernah kembali
Namun rasa ini akan terjaga sampai akhir hayat

Aku masih disini
Bersama janji-janji yang telah keluar dari hati nurani
Tak peduli apa yang terjadi aku akan selalu menepati
Walaupun jalan kita telah terbagi aku takkan pernah berhenti untuk menepati janji cinta abadi

Jumat, 15 Januari 2016

Teman atau Cinta

Teman ataukah cinta ?
Pandanganmu menusuk tajam dalam relung jiwa ini
Seakan menembus cakrawala hitam
Memberi penerangan terhadap jiwa yang kosong

Teman ataukah cinta ?
Sikapmu yang anggun nan elok kau pergakan
Seakan tampil dalam panggung sandiwara
Membawakan cerita cinta selamanya

Teman ataukah cinta ?
Senyumanmu yang sejuk kau perlihatkan
Memberikan nafas baru kehidupan
Bagi seseorang yang terlupakan
Teman ataukah cinta ?
Suaramu yang lembut membersihkan hati
Memberikan semua simpati
Kepadamu sang pujaan hati

Aku tak akan pernah tau apakah ini cinta ataukah sekadar buaian belaka
Aku takut untuk bertanya karena akan merusak cerita kita
Aku tak akan pernah tau apakah ini cinta ataukah sekadar tipu daya
Karena sesungguhnya aku telah jatuh cinta

Minggu, 20 Desember 2015

CINTA DAN WAKTU


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada cinta, kesedihan, kekayaan, kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai mengehempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangan kebingungan, sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki cinta.
Tak lama cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu " Kekayaan ! Kekayaan ! Tolong aku !" Teriak Cinta. "Aduh ! Maaf, Cinta  !" Kata kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."
Lalu kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan ! Tolong aku !" Teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan ! Bawalah aku bersamamu !" Teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." Sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja." Kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta ! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Oh, orang tua tadu ? Dia adalah Waktu." Kata orang tua itu. "Tapi mengapa ia menyelamatkanku ? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku." Tanya Cinta heran. "Sebab" kata irang itu, "hanya Waktu lah yang tau berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu."

Sabtu, 05 Desember 2015

Do’a Ku dan Jodohku


“ Tuhan, aku berdo’ake padaMu. Dekatkanlah jodohku padaku Ya Tuhan.”

Itulah do’a yang selalu kupanjatkan ketika aku berdo’a. Do’a itu selalu teringat ketika aku dekat dengan seseorang. Pertanyaannya apakah itu adalah jodohku ? atau hanya cobaan bagiku ?. Terkadang aku tidak bisa membedakannya. Tapi, aku juga tidak terlalu menghiraukannya. Bagiku kuliah dan kegiatan organisasikulah yang lebih utama.

            Suatu ketika ada perlombaan olahraga antar himpunan mahasiswa se-fakultas. Salah satunya adalah himpunan mahasiswa yang aku ikuti. Yaitu HMP D3 FT UNS (Himpunan Mahasiswa Prodi Diploma 3 Fakultas Teknik) yang biasa disebut HMP.

            Ya, aku adalah mahasiswa teknik. Mahasiswa yang terkenal dengan pakaian rapi, dan sopan. Walaupun terkadang banyak baju mahasiswa yang kusut dan kotor karena habis praktikum. Kini aku duduk di semester 3. Mahasiswa semester 3 yang masih belum sempat merasakan pusingnya menggarap TA (Tugas Akhir) dan KP (Kerja Praktek). Tapi, aku kini disibukkan dengan kegiatan organisasi yang begitu padat, setelah acara satu selesai mulai acara yang lainnya. Hal seperti itu yang membuat capek dan terkadang ingin berhenti, namun itu bukanlah pilihan, aku harus terus maju dan mendapat yang terbaik.

            Perlombaan itu ada beberapa cabang. Cabangnya yaitu, futsal, basket, volley, tenis meja, dan, tarik tambang. Ketika itu Mas Dony bertanya siapa aja yang mau mewakili HMP.

            “Guys, nih ada lomba siapa yang mau ikut ?” Kata mas Dony.
            “Aku mas ikut futsa sama timku.” Kata Kris.
“Oke futsal yang main timnya Kris. Oh ya untuk yang volley yang main timku aja ya ?” Sahut Mas Dony.
“Siap lah mas.” Kata Anto.
“Basketnya siapa nih ? “ Tanyaku
“Timnya Baim Aja, mereka bagus mainnya.” Kata Kris.
“Oke, ntar kasih tauke Baim ya.” Kata Mas Dony
“Tarik tambangnya ikut gak nih ?” Tanya Anto.
“Gak usah aja, jadwalnya bentrok itu.” Kata Mas Dony.
“Oke.”
“La yang tenis meja siapa ini ?” Tanya Mas Dony.
“Aku aja mas, aku bisa kok.” Kataku.
“Tapi ini harus ganda campuran loh.” Kata Mas Dony.
“Waduh ceweknya siapa ya ?” Pikirku.
“Shelvy aja, dia bisa kayaknya.” Kata Kris.
“Yang bener ?” Tanyaku.
“Iya bener, dia dulu pernah main ping pong di lomba jurusan.” Kata Kris.
“Yaudah Shelvy aja yang main sama Sony aja kalo gitu.” Kata Mas Dony.
“Yaudah oke mas siap.” Kataku.

 

Akhirnya aku yang mewakili lomba tenis meja bersama Shelvy. Shelvy adalah teman satu jurusan tapi beda kelas denganku. Dia juga ikut HMP bersamaku. Shelvy itu orangnya agak pendiam, tapi juga suka bercanda. Dia cantik, dan sempat dekat denganku walaupun cuma sekadar teman. Bahkan teman-teman ku sering mengejekku dengan dia hal itu yang membuatku sedikit menjauh darinya. Aku merasa tidak enak dengannya. Terkadang aku melihat dengannya begitu enak bercanda dengan orang lain, tapi sekarang dia juga sedikit menjauh dariku dan ketika dekatpun jarang mengobrol.

Tiga minggu sebelum pertandingan aku berlatih tenis meja dengannya dan ditemani dengan teman-temanya mas Dony. Setiap hari Selasa dan Rabu kami berlatih bersama. Selama latihan itupun sikapnya begitu dingin kepadaku tapi sikapnya berubah kepada orang lain.

Hari itu adalah hari ulang tahunku dan satu hari sebelum pertandingan. Aku berangkat latihan tenis meja di tempat biasa. Keadaan waktu itu awan gelap disertai angin kencang. Mungkin akan hujan pikirku. Sesampainya disana kulihat hanya Shelvy duduk sendiri disana. Aku turun dari motorku melepas helmku dan berjalan duduk disampingnya tetapi sedikit jauh. Tak ada sepatah katapun terucap dari mulut kami berdua. Tak beberapa lama kemudian petir menyambar Duuuuaaaaarrr. Hujan mulai turun dan membasahi genting. Hujan kali ini benar-benar deras dan disertai angin, membuat aku takut. Lebih dari 15 menit kami berada disitu dan tak ada sepatah katapun yang terucap. Hingga akhirnya aku mulai bertanya.

“Shel, Mas Dony gimana ? datang gak ?” Tanyaku kaku.
“Nggak tau aku Son.” Jawabnya singkat.
“Kamu hubungi gimana ?” Tanyaku lagi.
“Katanya mau kesini tadi.” Jawabnya ketus.

            Lalu aku kembali diam. Mungkin mas Dony terjebak hujan jadi mungkin dia menunggu reda baru kesini. Aku sudah biasa bicara dengannya dan hanya dib alas dengan kata-kata ketus seperti itu. 30 menit berlalu tanpa kata-kata dan hujan masih deras saja. Kulihat jam menunjukan pukul 16.00.. Sudah sore nih pikirku. Sia-sia saja kalo aku disini hanya diam saja. Akhirnya aku beranikan diri untuk mengajaknya bermain tenis meja duluan.

            “Shel yuk main tenis meja duluan, daripada disini sia-sia.” Ajakku.
            “Nggak nunggu mas Dony aja ?” Tanyanya
            “Kalo nunggu mas Dony, pasti lama dan ini juga udah sore kan.” Jawabku.
            “Yaudah deh, yuk.” Jawabnya

            Tidak tau kenapa hatiku sedikit senang. Bukan karena berdua-duan disini. Tapi, karena kulihat sikapnya sudah gak kaya biasanya lagi. Waktu itu aku main hanya berdua. Ketika bermain sedikit aku bercandain, membuang bolanya agak jauh, dan me-smash dia dengan agak keras, dengan ku iringi senyuman-senyuman yang mengejek, dan dia tertawa. Disitu rasanya sangat bahagia. Kalau saja bisa, aku gak ingin beranjak dari waktu itu.

            Hampir 1,5 jam kami bermain. Keringatpun menetes tetes demi tetes. Kulihat senyumnya begitu manis. Sambil menyelengkapkan kerudungnya terlihat kecantikannya yang alami. Hujan yang begitu deras tadi lama-lama menjadi rintik-rintik kecil. Percakapan kecilpun kami mulai.

            “Fiiuuuh capek Shel.” Kataku.
            “Salahmu, siapa suruh ketawa terus ?” Jawabnya.
            “Hahaha… Habisnya kamu lucu sih kalo kena smash .”
            “Eeeeeuuuuuhhh.”
            “Eh, Shel kenapa sih kok kamu jutek banget sama aku ?” Tanyaku.
            “Jutek ? Enggak jutek aku, biasa aja.” Jawab Shelvy
            “Gak usah bohong shel, aku tau kok kamu itu bersikap aneh kepadaku.”
            “Aneh gimana sih ?”
            “Ya kamu itu enak aja bergaul sama orang lain, tapi ketika sama aku kamu itu jadi dingin. Kamu kenapa ? ada masalah denganku ? Juju aja Shel.”
            “Oke Aku jujur.”
            “Naaah gitu dong.”
            “Kamu itu orangnya baik, care sama yang lain. Aku juga sering denger temen-temenmu ngejekin kamu sama aku. Dan akupun juga diejek kaya gitu. Mungkin sudah satu tahun aku kenal kamu, tapi aku gak mengerti masa lalumu, kamu itu misterius Son. Aku Cuma gak mau ada orang lain yang terluka ketika denger kata-kata sperti itu.”
            “Maksud kamu apa Shel ?”
            “Aku udah jujur itu semua ke kamu Son.”
            “Oke, Aku beritahu kekamu. Menurutku semua temen itu sama Shel. Aku gak deket banget sama siapapun. Dan aku juga gak punya pacar. Mantan pacarpun itu juga udah 2 tahun aku gak kontak-kontak an. Jadi kalo ada sesuatu yang mengganjal di hati kamu, kamu gak usah khawatir Shel. Gak ada yang ngelarang kamu untuk melakukan hal-hal seperti itu. Aku lebih senang kamu bersikap biasa daripada kamu bersikap jutek seperti ini.”
            “Oh jadi kaya gitu ya Son, aku minta maaf ya sudah salah paham sama kamu.”
            “Iya Shel, aku juga minta maaf kalo ada salah sama kamu. Kamu janji ya jangan bersikap seperti ini lagi ?”
            “Iya aku janji Son.”

            Setelah percakapan itu selesai kamu pulang ke rumah masing-masing.

            Esoknya ketika perlombaan kami datang dengan kepercayaan diri yang tinggi. Chemistry sudah terbentuk dari diri kami masing-masing. Satu per satu lawan kami kalahkan. Hingga Akhirnya partai final. Disitu kekompakan kami diuji. Dengan lawan yang berat dan supporter yang heboh, membuat nyali kami sedikit goyah.

            “Ayo Shel semangat ! Kita pasti bisa !” Gertakku
            “Iya Son siap !” Jawabnya

            Pertandingan dimulai. Kami berkejar-kejaran skor. Pertarungan begitu sengit hingga penonton bersorak sorai. Set pertama selesai dimenangkan oleh lawan. Set kedua dimulai keadaan tidak jauh beda masih sengit. Set kedua berhasil kami menangkan. Set ketiga kami kalah. Set ke empat menjadi set penentu. Ketika itu aku mendapat peluang dan aku smash  dengan keras, sayang sekali smash ku keluar dari meja. Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh lawan.

            Semenjak Saat itu kami semakin dekat. Tetapi kami tidak pacaran, hanya sebatas teman. Keadaan seperti itu bertahan hingga Semester 6. Semester dimana kami akan diwisuda. Pada hari wisuda, aku datang dan menghapiri Shelvy dengan membawa bunga.

            “Shel, aku mau ngomong jujur sama kamu.” Kataku.
            “Ngomong apa Son ?” Tannya Shelvy.
            “Aku sudah lama suka sama kamu, semenjak kita saling kenal, aku sudah merasa nyaman sama kamu. Selama 3 tahun disini aku merasa betah, merasa semangat karena aku merasa kamu selalu ada buat aku dan membuatku semangat. Kamu mau membangun masa depan bersamaku ?”
            Keadaan yang semula riuh ramai dengan wisudwan yang lain dan oranglain yang sibuk dengan kegiatannya kini terasa hening. Aku merasa hanya ada aku dan Shelvy disana. Dengan mata berkaca-kaca dan dengan senyumnya yang manis dia berkata.

            “Aku siap membangun masa depan bersamamu Son.”

Setelah 3 tahun dari wisuda aku menikah dengan Shelvy. Do’a yang dulu aku panjatkan “ Tuhan, aku berdo’ake padaMu. Dekatkanlah jodohku padaku Ya Tuhan.”. Dikabulkan oleh Tuhan dengan cara yang unik. Karena semua adalah rahasia, kita gak tau mana sebenarnya yang akan terjadi selanjutnya, yang perlu kita lakukan adalah terus berusaha dan berdo’a.

Kamis, 03 September 2015

Keputusan


            “Lex, makasih ya atas selama ini, aku gak pernah menyesal mencintaimu, aku gak pernah menyesal pernah mennyayangimu, biarlah ini menjadi kenangan kita, kini pergilah, kejarlah cita-citamu jangan sampai aku menjadi penghalangnya dan carilah wanita yang baik, yang akan membuatmu bahagia, sekali lagi terimakasih lex.”
            Masih teringat jelas kata-kata terkahir yang diucapkan Nisa kepadaku. Sama sekali tak pernah aku mengira kisah cintaku dengan Nisa akan berakhir seperti ini. Diputusan dengan alasan yang tidak jelas. Begitu banyak pertanyaan yang muncul dibenakku, tapi tak satupun yang dapat kusampaikan padanya.
            Kejadian ini sangat memukul hatiku, galau, sepanjang hari melamun tidak jelas. Terlihat tatapan kosong yang terlihat dari mataku. Kesana kemari tanpa arah dan tujuan yang jelas. Seperti seseorang yang benar-benar kehilangan jalan, tak tau harus kemana dan tak tau kepada siapa harus bertanya. Yang kulihat sekarang hanya kehampaan, kosong, semua hilang sirna tak terbekas dalam diri ini. Hanya rasa sakit, sakit hati hati yang kurasakan.
            Apakah ini resiko Cinta ? Rasa sakit hati yang tak terhingga. Bukankah cinta itu indah ? Bukankah cinta yang membawa kebahagian ? Atau hanya sebuah kata-kata saja ? Entahlah, aku tidak tahu.
            Disini, di tanah rantau aku hanya sendiri. Tak banyak orang yang aku kenal, hanya beberapa teman kos dan teman kuliah yang aku belum tau karakternya. Selagi menunggu kegiatan kuliah, aku hanya merenung tak banyak kegiatan yang aku lakukan. Bangun tidur, nonton tv, tidur lagi, nonton tv, dan tidur lagi. Dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan yang baru dengan orang yang baru.
            Di suatu malam yang dingin di musim kemarau, aku sendiri, berdiri di halaman depan kosku hanya ditemani beberapa bintang yang berkelap kelip menghiasi gelapnya langit. Aku sudah bosan dengan kegalauan ini, apa yang harus aku lakukan supaya terbebas dari kegalauan ini ? pertanyaan ini beberapa kali muncul dalam benakku. Namun, tak satupun jawaban yang terlintas dalam diri ini. Setelah beberapa puntung  rokok habis, sebuah jawaban terlintas di dalam otakku.
            “Minumlah minuman keras ! maka kamu tidak galau lagi !” Kata dalam diriku.
            “Apakah benar ? apakah dengan itu aku bisa terbebas dari kegalauan ini ?” Tanya diriku yang lain.
            “Benar, kamu akan terbang, melayang, beban mu akan hilang” Jawab diriku.
            “Tapi, bukankah minum minuman keras itu berdosa ?” Tanya diriku yang lain lagi.
            “Dosa ??? Apa perdulinya dosa ? yang penting kamu sudah tidak galau lagi !” Jawab diriku.
            “Baiklah, aku akan mencari minuman keras supaya aku dapat terhindar dari kegalauan ini.”
            Itulah keputusan diriku yang memilih minuman keras supaya aku terhindar dari kegalauan ini dan tak memperdulikan betapa besar dosa yang akan aku tanggung nantinya.
            Setelah aku habiskan puntung rokok yang terakhir aku bergegas untuk mencari penjual minuman keras. Ketika itu hari sudah larut sekitar pukul 23.30. Aku tak tahu harus mencari. Kulihat supermarket-supermarket sudah tutup, yang biasanya buka 24 jam sekarang tutup juga. Akhirnya aku putuskan untuk berhenti di sebuah angkringan yang tidak terlalu ramai.
            “Pak, susu jahe setunggal !” Aku memesan kepada bapak yang berjualan.
            “Di bungkus nopo di unjuk mriki mas ?” Tanya bapaknya.
            “Unjuk mriki pak.” Jawabku.
            Lalu aku menuju tempat duduk lesehan yang hanya bercahayakan lampu jalanan yang remang-remang. Disana aku hanya diam tertunduk nampak lesu dan tak bertenaga. Tiba-tiba seorang kakek tua menghampiri ku dan berkata.
            “Boleh duduk sini dek ?” Tanya bapaknya.
            “Oh, silahkan pak, monggo.” Sahutku.
            Aku terheran-heran kenapa kakek ini mau duduk disini, padahal masih banyak tempat duduk yang lain. Bukannya tidak mau berbagi tempat dengannya, cuma aneh saja menurutku. Kemudian kakek itu bertanya kepadaku.
            “Sendiri aja dek ?”
            “Iya pak, lagi nyari udara segar.” Jawabku, dengan memanggilnya pak, tidak enak juga memanggilnya kakek karena belum cukup tua juga untuk disebut kakek.
            “Lagi, ada masalah ya dek ?” Tanya bapaknya.
            “Haha.. enggak pak” Jawabku dengan bohong. Pikirku dalam hati bagaimana dia tau kalo aku sedang ada masalah.
            “Gapapa dek kalo kamu gak mau jujur, bapak sudah tau kalo kamu lagi punya masalah. Ya biasa sekarang anak muda banyak yang galau…”
            Dia terdiam sejenak menghela nafas. Aku hanya diam memerhatikan perkataannya.
            “Begitu banyak anak muda yang galau karena cinta, dan ketika mereka galau mereka akan menuruti segala egonya, segala kemarahanya. Tak peduli dengan akibat yang ditimbulkan setelah hari esok.
            “Mereka akan menyesali keputusannya ketika tua nanti. Mungkin mereka sekarang belum sadar, tetapi ketika tua nanti pasti mereka akan menyadari kesalahannya.” Perkataannya berhenti sampai disitu. Lalu akupun mencoba untuk berkata jujur dengan pak tua tersebut.
            “Iya pak, sebenarnya aku lagi galau karena putus cinta pak.” Kataku lirih.
            “Aku berniat minum minuman keras untuk menghilangkan kegalauan ini pak, namun sebelum aku menuntaskan keinginanku ini, ternyata toko-toko sudah tutup, jadi aku belum jadi untuk minum minuman keras itu pak.” Lanjutku.
            “Alahmdullilah nak, kamu belum terlambat. Urungkanlah niatmu itu nak. Tidak akan bermanfaat barang seperti itu, hanya akan menambah kegalauanmu.” Kata pak tua.
            “Kalau kamu bersikeras untuk melakukan hal itu, maka kamu hanya akan sepertiku yang tak mampu membenduk ego ku ketika muda dulu.
            “Dulu aku juga seperti kamu galau, dan tidak tau harus kemana aku mencurahkan isi hatiku, dan akhirnya barang itulah yang aku pilih. Kini setiap detik dalam hidupku hanya ku habiskan untuk menyesali perbuatanku itu nak.” Lanjut pak tua.
            “Iya pak aku sudah mengurungkan niat itu pak, sudah aku buang jauh-jauh dari otakku pak.” Jawabku.
            “Lalu apa yang harusnya aku lakukan pak ?” Tanyaku.
            “Aku tau kau adalah orang perantau yang jauh dari rumah. Sekarang dia yang dulu kau cintai juga sudah jauh disana. Lupakanlah dia nak, jadikanlah pelajaran dalam hidupmu. Jangan kau sia-sia kan masa mudamu hanya untuk kegalauan seperti ini. Kini kau berada di sini, tutuplah buku yang dulu, dan buatlah cerita yang baru di sebuah buku yang baru. Jangan kau takut untuk melangkah kedepan, jika kau tak mampu untuk melangkahkan kakimu, maka kau akan terjebak selamanya disitu dan tak akan beranjak. Hanya ada kegalauan dalam hidupmu. Kini kau di tempat yang baru, dengan orang yang baru, dengan suasana yang baru. Dengan itu cipatakanlah mimpi-mimpi disini bersama orang-orang yang mendukungmu.”
            “Iya pak, sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan. Terimakasih pak.” Begitu kataku sebelum aku meninggalkan pak tua.
            Begitu malam itu aku habiskan, kini aku mengerti apa artinya pengalaman, apa pentingnya pelajaran hidup. Kini aku mencoba untuk belajar dari pengalaman. Sekarang keputusanku adalah membuka lembaran baru, dengan orang yang baru dan dengan suasana baru. Ketika kita akan menempati tempat yang baru kita juga harus siap untuk meninggalkan yang lama.